Monday, March 11, 2013

Jet Lag


Hari pertama saya sampai Qatar, ayah dan mama mengajak saya makan malam disebuah restoran favorit kami. Kami berangkat pukul 19.00 waktu Doha. Pukul 20.00 kami sudah duduk di restoran, dan ketika hendak memesan makanan, saya sudah mulai mengucek-ngucek mata dan menguap. Saya mengantuk. Selama makan, saya menguap lagi berkali-kali. Saat perjalanan pulang, akhirnya saya tidak kuat menahan kantuk dan tidur di mobil. Saya mengalami jet lag.

Hari pertama saya pulang ke Indonesia, jam dinding sudah menunjukkan pukul 02.00 dini hari. Saya tidak mengantuk dan tidak bisa memejamkan mata. Mata saya masih fresh. Rupa-rupanya saya jet lag lagi.

Apa itu jet lag? Berdasarkan hasil googling, definisi dari jet lag adalah kondisi fisiologis tubuh yang belum siap dengan perubahan waktu yang terlalu jauh dari daerah asal. Biasanya kondisi ini dialami traveler yang melakukan perjalanan jauh, hingga berjam-jam dari waktu di kota asal.

Perbedaan waktu Qatar dan Indonesia adalah 4 jam lebih awal waktu Indonesia. Tepat lah saya merasa ngantuk saat sedang makan malam bersama orang tua karena di Indonesia sudah pukul 12.00 dini hari dan biasanya saya sudah tidur. Namun entah kenapa, penyesuaian waktu ketika saya tiba di Qatar tidak begitu lama. Mungkin karena minggu pertama saya datang kesana, saya selalu pergi menonton tennis. Pertandingannya sendiri dimulai pukul 17.00 sore dan biasanya selesai pukul 23.00 malam local time. Akan sungguh aneh kalau saya mengantuk di stadion dan pada akhirnya saya terbiasa tidur saat pulang dari stadion.

Hari ini sudah tepat seminggu sejak saya sampai di Banda Aceh. Tidak seperti mudahnya adaptasi ketika di Qatar, efek jet lag masih terasa sekali seperti saya masih tidak mampu mengontrol waktu tidur dan bangun saya sekarang. Sering sekali saya masih terjaga padahal waktu sudah menunjukkan pukul 03.00 dini hari, yang artinya masih pukul 11.00 malam di Qatar. Biasanya saya masih belum tidur disana karena menonton film atau tv show yang seru. Saya baru bisa memejamkan mata setelah shalat subuh dan pada saat orang lain sedang bergegas pergi ke kantor, saya masih bergelut dengan selimut. Efek lain dari jet lag yang cukup mengganggu saya adalah berkurangnya nafsu makan yang akhirnya ber impact pada kesehatan saya yang mulai menurun saat ini.

Saya baru saja membaca artikel-artikel menarik tentang kita-kita mengatasi jet lag dan akan saya coba praktikkan langsung nanti malam. Melalui bukunya yang berjudul Kiat Sehat Perjalanan dengan Pesawat terbang, DR. dr. Wawan Mulyawan, SpBS, AAK., memberikan tips sebagai berikut:
  1. Tidur yang cukup di malam hari sebelum terbang. (yang tidak saya lakukan).
  2. Ubah jam tangan Anda saat akan terbang disesuaikan dengan waktu tempat tujuan. (yang tidak saya lakukan).
  3. Jika terbang ke arah timur, cobalah tidur di pesawat saat waktu malam tiba sesuai jam tangan Anda yang telah sesuai dengan waktu tempat tujuan (Jakarta). Saat tiba di tempat tujuan, kurangi kontak dengan cahaya pagi hari, dan lebih banyak kontak dengan cahaya sore hari. Tetap usahakan tidak tidur selama waktu siang karena akan lebih lama lagi adaptasi tubuh terhadap siang-malam waktu lokal Jakarta. (yang tidak saya lakukan).
  4. Jika memungkinkan, beradaptasilah dulu terhadap zona waktu yang baru sekitar satu-dua hari setelah mendarat, sebelum Anda melakukan aktivitas yang normal atau memulai pekerjaan rutin. (akan saya lakukan).
  5. Cobalah sebanyak mungkin beraktivitas di luar rumah yang langsung berhubungan dengan sinar matahari saat siang hari, sehingga tubuh lebih beradaptasi terhadap "rasa siang hari". Ini karena cahaya sinar matahari cukup membantu untuk beradaptasi yang lebih cepat terhadap jam biologis yang baru. (akan saya lakukan).
  6. Pilih penerbangan langsung tanpa transit atau transfer dengan waktu yang lama. Dengan cara ini Anda bisa lebih rileks. (sudah saya lakukan dan tidak berhasil)

Ternyata, kebanyakan tips mengatasi jet lag dilakukan sebelum memulai perjalanan dengan zona waktu berbeda. Mungkin sedikit terlambat bagi saya untuk membaca artikel ini, tetapi masih ada beberapa poin yang bisa saya kerjakan untuk menyembuhkan jet lag saya. Doakan saya berhasil ya!

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More