Wednesday, July 10, 2013

Faktor X


Dulu, waktu masih kuliah, ada pada suatu semester, saya merasa menguasai semua mata kuliah dengan baik. Kehadiran saya sangat tinggi dibandingkan kehadiran-kehadiran di beberapa semester sebelumnya. Saya aktif dikelas untuk hanya sekedar bertanya atau menyatakan pendapat. Tugas saya kerjakan sendiri tanpa perlu berdiskusi dengan orang lain. Ujian? Oh, saya merasa 90% bisa saya kerjakan.

Tiba lah hari dimana satu per satu nilai mata kuliah yang diujiankan akhirnya di umumkan. Saya senyum-senyum sendiri dan merasa berhasil mendapatkan index prestasi lebih dari 3,5. Saat menemukan nama saya di daftar nilai, alangkah terkejutnya saya melihat nilai C+ tertera disana. Saya pastikan lagi dengan menarik garis antara nama dan nilai tersebut. Memang nilai saya. Di hari lain, di mata kuliah yang lain, saya merasa yakin akan mendapat A karena merasa mampu menjawab pada saat ujian, tetapi saya hanya mendapatkan nilai B. Duh.

xxx

Suatu hari, belum lama ini, setelah di desak-desak oleh beberapa teman, untuk kali pertamanya saya memasukkan lamaran secara online sebuah perusahaan BUMN. Saya menulis riwayat hidup saya, pendidikan saya serta pengalaman kerja sebelumnya yang sesuai dengan posisi yang ingin saya pilih disana. Saya juga menambahkan pengalaman organisasi dan nilai TOEFL terakhir saya.

Setelah berhasil meng entry, saya senyum-senyum sendiri. Masalah level selanjutnya saya tidak begitu peduli, yang penting saya yakin sekali di tahap seleksi administrasi ini saya lulus. Bagaimana tidak? Pengalaman kerja saya sebelumnya relevan sekali dengan posisi yang saya pilih sekarang. Saya juga memasukkan pengalaman organisasi dan sertifikat training yang saya dapatkan dari lembaga motivasi yang sudah terkenal hingga ke luar negeri. TOEFL? Ah, angka pertamanya saja sudah 5. Saya yakin sekali lulus.

Hari pengumuman tiba, saya yang paling heboh sendiri  ingin cepat-cepat memasukkan nomor registrasi dan melihat kelulusan saya. laptop dibuka, wifi sudah terkoneksi, dan saya sedang menunggu pengumumannya. Here we go! *drum roll* dan saya tidak lewat. Apaaa?!!

xxx

Saya begitu percaya diri. Saya merasa apa yang lakukan semata-mata hanya karena diri ini mampu. Semua yang saya dapatkan memang karena saya pantas meraihnya sebagai bayaran atas kerja keras saya. Ketika saya berkata-kata, saya yakin sekali orang faham dengan yang saya sampaikan karena saya memiliki kemampuan verbal yang baik. Ketika saya menulis, saya pun berharap bahwa orang-orang akan faham dan ikut terbawa dalam cerita saya. Intinya saya mengandalkan saya. Hanya saya.

Saya melupakan faktor X.

Saya melupakan bahwa ternyata saya tak memiliki kuasa atas apapun. Saya melupakan ternyata ada kekuatan yang Maha Besar dari Dzat yang memiliki kuasa secara kolektif di semesta raya ini. Yang Maha Sempurna, Yang Maha Mengetahui isi hati makhluknya tanpa perlu membelahnya.

Kesuksesan seseorang tak lepas dari intervensi Allah. Itu benar. Dan bantuan Allah berbanding lurus dengan upaya dan kegigihan kita terhadap suatu hal. Maka yang perlu kita lakukan adalah memperbaiki ruhiyah dan selalu dalam kondisi dengan kualitas iman di atas rata-rata sehingga Allah akan menolong dan memudahkan segala urusan.

Menghadirkan Allah di dalam dada, merasakan pertolongannya disetiap langkah dan berucap alhamdulillah ketika di mudahkan segala urusan, membuat saya semakin menyadari bahwa saya tak lebih besar dari sebutir pasir dilautan. Saya tak lebih tajam dari kerikil – kerikil hitam di jalanan. Kesadaran ini membuat keakuan saya menjadi lapuk dan akhirnya patah. Hingga tak akan ada kesombongan yang hadir. Yang ada hanya ketakwaan yang semakin dalam. Yang ada hanya sujud kepatuhan yang semakin lama. 

Demikianlah, ternyata bukan saya. Bukan karena keahlian saya. Namun campur tangan Tuhanku. Tuhan Maha Segala...

(repost lagi, setelah 1 tahun lamanya saya tenggelamkan di draft saya, hehehe)

2 comments:

moga selalu terhujam didalam hati dinda tak sekedar tertulis dan ditenggelamkan dalam list blog, manusia mudah sekali lupa, dan tesadar dan lupa ^_^

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More