Saturday, August 24, 2013

Jadilah Pendengar Yang Baik


Kala itu saya sedang galau sekali. Saya langsung menelpon seseorang yang selalu saya curhati dan bikin janji bertemu di sebuah tempat yang asik untuk curhat-curhatan. Sejam kemudian, saya dan beliau sudah tiba di tempat tersebut. Tanpa basa basi, saya langsung menyampaikan hajat yang saya punya. Saya terus bercerita dengan mata berkaca-kaca, dengan sesak yang tak tertahan lagi, dengan mulut yang sibuk memaki hingga tak sanggup memaki lagi. Dia terus mendengar ocehan saya sambil sesekali menyeruput teh hangat yang ia pesan. Tak ada interupsi. Ia juga tak ikut-ikutan memaki, juga tak menghakimi orang yang saya benci itu. Tak juga lantas membela saya yang sudah mengeluarkan banyak stok air mata ini. Ia tetap diam dan tenang. Ketika saya sudah selesai mengeluarkan uneg-uneg di hati saya, seperti biasa, barulah ia bertanya “mau diberi saran atau cukup di dengar saja?"

Itu pertanyaan terkeren yang pernah saya dengar.

Terkadang, saya sudah tau jawaban dari segala curhat-curhat saya. Saya sudah tau kemana arah tujuan saya. Saya sudah yakin dengan keputusan saya. Hanya saja, saya butuh di dengarkan. Cukup di dengarkan. Dan orang ini bijak sekali. Dengan bertanya “mau diberi saran atau cukup di dengar saja?”, artinya ia menyediakan telinganya untuk saya sampahi, dan pada saat yang sama memberikan saya ruang untuk memilih; apakah saya ingin mendengar opininya atau tidak. Dan saya selalu takjub dengan kemampuannya untuk tetap menjadi netral setelah sesi curhat panjang.

Jika saya memerlukan saran, saya akan mendatangi orang yang bisa dimintai saran. Jika saya memerlukan pendapat, saya akan menemui orang yang kompeten untuk memberi pendapat. Tapi hanya orang-orang tertentu yang saya percayai untuk mendengarkan. Seringkali, mereka tidak memiliki petuah berharga atau wejangan bijak untuk disampaikan, namun telinga dan hati mereka telah menolong saya menemukan jawaban dan solusi jauh melampaui yang dapat diutarakan bahasa. Kepada merekalah saya berhutang begitu banyak terima kasih.

Ada yang bilang, kita sudah kelebihan stok orang pintar dan orang bijaksana. Kita butuh lebih banyak pendengar yang baik :)

3 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More