Thursday, October 3, 2013

Arrivederci, E (3) The End


Mungkin kemarin hanya salah faham. Hanya perkara dimengerti dan tidak dimengerti. Mereka bilang, hanya masalah waktu sampai kita kembali dipertemukan. Namun kita tak akan pernah tahu. Meski akhirnya begini, saya bersyukur pernah memilikimu dalam sebuah masa. Maaf telah menyimpan terlalu besar harapan untukmu, hingga hanya kecewa yang saya dapati. Maaf karena bersikap egois di waktu yang tidak tepat, hanya karena merasa saya tak pernah meminta apapun darimu. Maaf atas semua yang tak pernah saya ungkapkan, yang selalu ingin saya ucapkan, yang memang dari awal tak tertampung ruang dan waktu.

Lambat laun, saya tersadar. Bukan kamu yang tidak bisa saya terima, melainkan kenyataan bahwa saya, yang mengagungkan cinta dan mendewakan janji, sedang menghadapi kenyataan dimana hidup tidak selalu sesuai dengan maunya saya.

Kini, seminggu setelahnya, saya memberanikan diri untuk menengok ke belakang, dan mendapati “luka” itu berangsur sembuh :)

Mari menutup cerita yang bila diingat hanya membawa kesedihan.

Adieu, arrivederci, goodbye,
terserah lah.

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More