Wednesday, April 2, 2014

The Lowest Point

Terkadang memang perlu berlari kencang ketika waktu dirasa tak banyak. Tak ingin sedetik terbuang percuma. Mungkin itulah kekuatan mimpi dan asa. Mungkin tak sengaja salah satu lutut akan cedera. Ada beberapa keputusan yang bisa salah. Ada kesalapahaman. Ada ketidaksempurnaan. Tapi bukankah memang tak pernah ada manusia sempurna?

Untuk selalu menopang, tarik nafas pelan-pelan, dan lanjutkan berlari lagi. Terimakasih. Terimakasih untuk selalu bersamaku dari nafas pertamaku di dunia ini. Terimakasih sudah membantuku menaikkan dagu, dan berkata "tidak apa, semuanya akan baik-baik saja".

“Percayalah hati,
lebih dari ini,
pernah kita lalui.
Jangan henti disini”

Float - Sementara.

3 comments:

yeeeee,,wawakkk nulissssss...

hahahaha,,aku selalu senang berkunjung ke "rumah kedua" mu :*

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More