Monday, June 9, 2014

Pernikahan Itu

Pembicaraan yang terjadi beberapa waktu yang lalu dengan beberapa teman yang sudah menikah sangat menarik untuk diceritakan kembali disini. Sebagai orang yang sudah memasuki fase menikah, tak ada salahnya saya bertanya beberapa hal kepada mereka. Pertanyaan saya cukup standar,
“menikah itu apa?” dan “bagaimana rasanya menjadi seorang istri?”
“bagaimana kalau kita masuk langsung ke bagian pahitnya?” salah satu dari mereka bertanya kembali. Saya heran, tak mengira akan mendapat respon seperti itu.

Pernikahan adalah tauhid, kata mereka. Bayangkan, setiap hari harus bagun pagi membuatkan sarapan untuk suami disempitnya waktu ketika istri juga harus pergi bekerja, itu jelas bukan perkara mudah. Lebih dari hidangan, masakkan adalah bahasa perasaan. Ada rasa di balik rasa. Terlebih lagi masakan penuh cinta tersebut ternyata tidak disentuh sedikitpun oleh suami yang terkadang lebih memilih untuk makan diluar. Pasti akan ada weuh dihati. Tapi yakinlah, Allah mencatat semua usaha itu.

Pernikahan adalah mencintai, katanya lagi. Akhir pekan biasanya dihabiskan dengan leyeh-leyeh tapi sekarang sudah harus menyetrika pakaian sendiri dan pakaian suami. Lelah? Pasti. Tapi karena cinta, lenyaplah rasa lelah itu. Yang tinggal hanya rasa bahagia bisa melakukan sesuatu untuk orang yang dicintai.

Pernikahan adalah penerimaan. Akan ada saatnya konflik muncul ke permukaan. Mungkin kita bertengkar. Tapi takkan lama. Karena kita mencintai pasangan dan memaklumi kelemahannya, akan mudah bagi kita untuk memaafkan kesalahan-kesalahannya.

Pernikahan adalah seperti main rumah-rumahan, sama-sama tinggal di ruangan yang kecil, belajar untuk hidup seperti yang orang tua kita lakukan dulu.

Pernikahan adalah tentang loncatan kebahagiaan menuju kebahagiaan berikutnya.

Dan untuk mencapai itu, semua hal harus dilakukan dengan kooperatif. Jadi kenapa kita harus memilih pasangan yang tepat untuk menikah? Agar semua keputusan bisa diambil melalui obrolan yang menyenangkan :)

Di dunia ini, selalu akan ada yang berubah, selalu akan ada yang membuat resah, selalu akan ada hal yang susah, tapi bukankah itu sebenarnya esensi hidup? Nikmati segala fase dan yang paling penting untuk senantiasa bersyukur atas segala kenikmatan yang sudah diberikan oleh Allah.

***

Hidup pada akhirnya adalah pandang memandang di antara kita, pantul memantul, untuk kita saling bercermin. Laki-laki baik untuk wanita baik. Itu janji Allah. Dan semoga kesadaran bertauhid selalu ada didalam diri kita

5 comments:

Wah, sepertinya ada yang akan melanjutkan jenjang ini kah?
Semoga... :)

Kalau kata bunda siti, baca di link berikut. :D

http://rahmahzelectry.blogspot.com/2012/12/mengagumi-kisah-cintanya-tidak-akan-ada.html

siti: hehehe, karin hanya menceritakan ulang pembicaraan yg menarik itu disini :D baik, meluncur segera ke link tsb :D

smoga penantian kita berakhir indah ya wawak..
semoga wawak Allah hadiahkan lelaki terbaik dari sisiNya, yg akan menghabiskan hidupnya dengan wawak :*

amin bude, begitu pun dengan bude. abaikan ruang bayi di kantor ya bude :p

hahahaha..bayinya udah semakin bertambah..kmi suka berkunjung utk sekedar menghirup bau bayi :D

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More